follow kami di :
Minggu , 24 Jun 2018

Kumpulan Puisi untuk Sahabat, untuk Sahabat Sejati Terbaru

assyifa
Kamis , 08 Mar 2018
Sahabat adalah orang yang sangat penting dalam kehidupan ini. Sahabat akan selalu ada di tiap kehidupan kita, ia dapat menghibur kita dikala kita sedih, dapat membuat kita tertawa, setia menemani saat


Di bumi ini, kita tidak dapat hidup sendirian. Anda akan selalu membutuhkan seseorang yang bisa membuatmu senang dan menyenangkan dalam segala situasi, yaitu sahabat. Betapa sangat pentingnya kehadiran mereka, sehingga banyaklah tercipta kata-kata bijak tentang persahabatan yang terinspirasi dari hubungan antar manusia di bumi ini.

Kata-kata bijak tentang persahabatan muncul ketika suatu hal terjadi pada dirimu. Sosok sahabat bagaikan lilin di tengah kegelapan yang dapat menunjukkan jalan padamu. 


Menangislah Sahabat Yang Kucintai
Oleh Pipit


Tak bisa ungkap dengan kata apapun

Ini memang sangat membosankan

Ini begitu melelahkan

Bahkan, ini sangat menjengkelkan

Tubuh seakan beku dalam bongkahan es

Membeku tidak tahu kapan akan mencair


Yaa… itu benar sobat

Itu semua seperti sorot lampu panggung tanpa penonton

Menerangi tubuh di dalam kegelapan

Terdiam bisu tanpa senyum dan air mata

Ini sangat menyedihkan…


Namun.. ingatlah sobat..

Kau tidak sendiri

Kau tidak berdiri sendiri di kegelapan itu


Teteskanlah air matamu jika hatimu merasa terisak

Berteriaklah sepuasmu jika hatimu memanas

Karena itu lebih baik ku lihat

Dari pada kau terdiam kaku di bawah sorot lampu itu

Bagai seorang tokoh tanpa dialog.


Buru-Buru Memburu
Oleh Claudia Willy


Mengenang masa indah ini

Bersama berjalan-jalan mengobrol

Hanya mengingatnya saja

Takkan ada raguku menarik ujung-ujung bibirku

Dalam sendiri


Aku menawarkan dirimu

persaudaraan sejati

dengan demikian kita takkan terpisahkan

Namun ini adalah perpisahan bagiku


Relung-relung senja masuk dalam tubuh sendirian ini

Kau tidak di dekatku

tidak menyapa ataupun berbincang-bincang denganku

Aku tidak bersamamu saat ini

Kamu telah dimiliki


Aku dan kamu sepasang sahabat

Tapi kamu dan dia sepasang kekasih

Dan tak mungkin kurusak pengalaman pertamamu itu

Aku buru-buru mencari

arti kecemburuan ini

Buru-buru memburu kesepian ini karena kamu pergi

Aku seperti tidak ada artinya

Bagaikan kamu

takkan menceritakan pengalaman cinta pertamamu


Penyesalan
Oleh Veronica Andrian


Air mataku menetes

Menahan air mata ini

Entah mengapa tiba tiba

Terbayang di pikiranku seorang sahabat

Yang selalu ada bersamaku

Tapi tak pernah aku sadari


Betapa bodohnya aku

Mempunyai sahabat terbaik

Tapi memilih sahabat palsu

Yang tak pernah ada untukku

Semua salahku…

Hanya mengejar ketenaran semata…


Akhirnya Baru kusadari…

Terkenal bukanlah apa-apa

Hanya debu yang lewat tanpa perlu dihiraukan

Terkenal bisa hilang dan datang kapan saja

Tapi sahabat sejati akan hilang dan takkan kembali


Sahabatku…

Setelah kau pergi

Seperti meninggalkan dunia ini

Aku baru sadar dan kurasa semua sudah terlambat

Tak akan ada waktu yang bisa diulang


Puisi Pershabatan – Tentang Ego


Selalu ada waktu untuk kita

Selalu ada cara untuk kita

Selalu ada harapan untuk kita


Namun…

Adakah waktu untuk teman kita?

Adakah cara agar bisa kembali bersama mereka?

Adakah keinginan kita sejalan dengan pemikiran mereka?


Pasti ada segala saat kita bersama

Pasti ada cerita di dalam canda tawa

Pasti ada sejarah dalam suka dan duka


Tak perlu mengabaikan yang ada di hadapan kita

Tak usah meremehkan yang tak kita punya

Tak perlu iri tentang yang mereka raih


Kita hanya perlu mencipta hal berbeda dari mereka

Kita hanya perlu mengubah dunia dengan persahabatan kita

Untukmu aku ada dan selalu disini

Meski waktu tak lagi bersama dan memihak kita

Meski cerita telah berbeda arah dan tujuan

Tapi kita tetap satu selamanya

Karena kita sahabat selamanya….


oleh Uswatun Hasanah, Surakarta


Aku Membutuhkan Sahabat
Oleh Leni Suci Rahayu


Ketika hidupku ini hampa…

Ketika hari-hari ku sendiri…

Aku sunyi…


Aku membutuhkan sahabat..

Bahkan tidak hanya seorang sahabat..

tapi banyak sahabat..


Aku seperti sendiri .. sendiri di dalam masalah hidupku

Bahkan seorang kekasih pun tidak kunjung datang menghiburku

Aku sendiri ..hanya berteman sepi

Yang terkadang meneteskan air mata..


Depan televisi… di dalam kamar..

hanya dua tempat itu yang menjadi saksi bisu kegelisahanku

Tuhan…kirimkanlah sahabat untukku..

Aku tidak mau sendiri di dunia ini


Tuhan….tuntunlah aku juga untuk tetap mengingatmu

Engkau sahabat terindah,,,

Aku yakin Engkau akan memberiku sahabat terindah juga di dalam hidupku ini


Kita Selalu Bersama


Sedih, sunyi, canda, tawa kita lewati bersama

Kemanapun bagai tali yang telah diikat kuat, yang tak dapat dilepas

Kau hibur aku disaat gundah dan kuhibur kau disaat kau membutuhkan

Kita saling melengkapi satu sama lain


Tapi berbeda

Berbeda pada saat itu

Pada saat waktu tak berpihak kepada kita

Kau dan aku terpisah


Dan akhirnya,

Akhirnya kau meninggalkan aku dengan sosok bayangmu

Bayangmu yang tak tahu dimana tubuhnya

Yang sekarang sudah tak mempunyai hati dan perasaan

Seperti bukan lagi sahabatku


Sinar Seorang Sahabat


Dalam sebuah kesunyian

Dijalan pelita

Soal hidup yang kadang tak menentu

Merangkai kisah dalam kesendirian

Ungkapan tulus dari seseorang

Seolah menjadi sinar yang mendadak datang

Berbagi duka dan tawa

Ibarat angin yang menebar keceriaan

Atau bulan yang setia menemani kegelapan

Disaat ku jatuh dan pasrah

Kawan…

Temani bintang yang kesepian

Yang cahayanya nyaris pudar ini

Yang enggan menunjukan kerlip kebahagiaannya

Ayo rangkai sebuah kisah persahabatan

Kisah yang tak pernah berakhir meski di telan waktu

Ayo jalani bersama

Takdir kita jalani dengan penuh perjuangan


oleh Rifa Annisa, Majalengka


Puisi – Tentang Sahabatku


Sahabatku adalah tetesan embun pagi

yang jatuh membasahi kegersangan hati

hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari

dalam kesejukan


Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya

yang menemani kesendirian rembulan yang berduka

hingga mampu menerangi gulita semesta

dalam kebersamaan


Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan

yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan

hingga mampu memberikan keteduhan

dalam kedamaian


Wahai angin pengembara

kabarkanlah kepadaku tentang dirinya


Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci

yang jernih mengalir tiada henti

hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri

dalam kesegaran


Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun

yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun

hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun

dalam kesucian


Sahabatku adalah untaian intan permata

yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara

hingga mampu menebar pesona jiwa

dalam keindahan


Wahai burung duta suara

ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya


Purnama Tanpa Akhir Cerita
Oleh Astrie Linda


Kuceritakan lagi tentang purnama..

Suatu hari..

Pernah kubayangkan perihnya melihat purnama tersenyum dan pergi menuju arah yang berlawanan

Tepat!

Dipermulaan bulan Dzulhijah

Purnama akan segera pergi

Dan kotak hitam yang mengapung itu akan terseret ombak kehidupan

Hingga ia hilang tanpa arah yang pasti

Tidak ada akhir cerita..


Terima kasih kuucap untuk yang kesekian kali

Atas kesetiaanmu menemani menghiasi mimpi

Sampai aku terbangun kembali dan menyadari

Bahwa banyak nikmat Tuhan patut disyukuri


Kuingatkan padamu, simpan rapat rahasia yang pernah kubisikkan dimalam itu..

Malam indah yang sinarmu begitu sempurna

Cerita kita tidak akan pernah berakhir, Purnama

Karena Purnama akan selalu ada pada setiap waktunya..


Sahabat Sejati


kian lama hidup yang ku jalani

selalu bersama mu sahabat ku

susah sedih senang yang ku rasakan

bersama mu sahabat ku


sahabat

begitu banyak kenangan yang kita lalui

ke bahagian yang selalu kita rasa bersama

namun musnah dengan sekejap

telah di renggut oleh maut yang tak terduga


sahabat

kini kau telah pergi meninggalkan ku

meninggalkan semua kenangan kita

menyimpulkan sebuah air mata

yang terjatuh di pipi ku


sahabat

meski kini kita tak bersama

meski kita telah berbeda kehidupan

namun kita tetap satu dalam hati dan cinta

karena kau sahabat sejati ku


selamat tinggal sahabat ku

selamat jalan sahabat sejati ku

cinta kasih mu kan selalu satu di hati ku

selamanya ………


karya :zhulva


Puisi Persahabatan – Perpisahan
Oleh Fikriyah Intan Sakinah


Tak terbayang olehku

Waktu ini kan terjadi padaku

Tak terduga dalam benaku

Waktu kejam kan melanda jiwaku


Perpisahan ini kan meneteskan air mata

Dalam kesedihan di selimuti kegembiraan

Perpisahan ini kan mengukir kenangan

Dalam suka maupun duka


Bertahun lamanya kita bersama

Menggali bakat tuk kedepan

Perpisahan ini kan merindukan sesama

Perpisahan ini kan menumbuhkan kesadaran akan arti kebersamaan


Berpisah akhir pertemuan

Berpisah akhir kesenangan

Berpisah akhir kenangan

Berpisah tiada arti yang menyenangkan


Peluk eratlah semua orang disisimu

Peluk eratlah semua sahabat-sahabat tercintamu

Hingga kau teteskan air mata kerinduan

Hingga kau diam membisu


Karena ku tahu

Tak kan ada waktu lebih tuk kita

Tak kan berarti hidup ini tanpa ada pertemuan dan perpisahan


Puisi – Tak Akan Kulupa


Saat koridor-koridor itu mulai terbasahi

Gelap menyelimuti setiap orang berseragam

Kau datang membawakanku pelangi

Saat hujan luka itu masih menari diatas perih


Kau hadirkan senyum terindah

Saat aku tenggelam dalam larutnya kegelapan

Sedikitpun tak akan ku lupa

Saat kau membawaku pada kehidupan


Sedikitpun tak akan ku lupa

Saat senyummu menjadi satu-satunya nafas untukku


Tempat Pembuangan Akhir Cerita Mereka


Maaf…

Aku memang bukan pendengar dan penghayat cerita yang baik

Apalagi memberi penjelasan rumitnya cerita itu


Tapi setidaknya…

Tak lepas statusku menjadi tempat pembuangan akhir cerita itu

Walau lebih sering aku teremehkan

Datang ketika dibutuhkan saja


Tapi tak masalah bagiku

Terima kasih sahabatku

Kalian masih menganggapku ada


Untuk Sahabatku Ani

oleh: Fatmawati Latif


Ani…,wajahmu teduh dalam rembulan sepuh

Hadir menyapaku dalam balutan jilbab ungu

Senyummu tersungging ayu menggapai jemariku

Oh…kaukah itu…?”, sahabat yang selalu kurindu

Memanggilku dengan suara merdu.


Olala…,aku mimpi bertemu

Dengan sahabat-sahabatku dulu

Bersua di bawah rimbunan pepohonan depan kampus biru

Bersama Atin, Rini, Fitri dan Nurul

Tawa kita seolah tak pernah surut.


Akankah kita bertemu…?”

Merajut kembali silaturahmi kita dahulu

Waktu yang kan menjawab semua itu.

Biarkan masa terus melaju…

Kenangan persahabatan kita takkan pernah layu.


Tangisan Rindu Sahabat
oleh: Eva Kusumawardhani


Sahabat…

Kalianlah yang menemaniku

Dalam suka dan duka


Sahabat…

Kini aku harus pergi

Pergi meninggalkanmu

Tuk selamanya


Sahabat…

Janganlah sedih

Sekarang aku telah tenang

Disisi tuhan


Sahabat…

Aku tunggu kau disini

Di tempat yang sangat tenang

Di keabadian


Tinggal Kenangan
oleh: Ayu Sri Rahayu


Kawan,,

Ingatkah kau dulu kita pernah bersama..

Menelusuri jalan hidup bersama..

Duduk berdua menatap langit..


Melukis awan yang cerah..

Menghitung bintang yang tak terhitung..

Menatap pelangi..

Dan menikmati sinar mentari..


Namun semua itu kini tak lagi terjadi..

Karna kau t’lah pergi..

Pergi menempuh hidup baru..

Meninggalkan semua kenangan..

Melupakan semua mimpi..

Mimpi kita berdua..


Dan kini mimpi itu t’lah hancur..

Dan yang tersisa hnyalah tinggal kenangan….


Kupu-kupu
oleh: Dedes Vioulia


Tubuhnya yang indah

Sayap-sayap nya yang elok

Warna tubuhnya yang mencolok

Dan berbagai hiasan yang menghias tubuhnya


Metamorfosa telah sampai diujung tanduk

Dan menjadi makhluk yang indah dan cantik

Bunga-bungapun siap dihinggapi

Oleh si kupu-kup yang mungil


Tanpa ada rasa bosan

Berbagai tempat telah iya hinggapi

Berbagai musim telah iya lalui

Berbagai cerita telah iya dapati


Setiap hari yang cerah

Kau selalu mewarnai dunia

Dengan tubuhmu,dengan warnamu

Dan dengan semua yang kamu punya


Teman Kecil
oleh: M. Periansyah


Begitu banyak Masa yang Indah

Tak seindah masa itu,

Canda tawa dari polosnya sekumpulan bocah

Ohh lucunyaa..


Masih terbayang Satu kenangan

Yang takan hilang Kapanpun dia datang,

Tersenyum bibir ini

Ingin hati berjumpa kembali,

Tapi apa daya jalannya telah beda

Walau hati mengharapkannya…


Teman kecil saat itu…

Hanya bisa tertawa tak pandai bicara

Teman kecil saat ini…

bukan hanya bicara

Bahkan bisa bernadaa.


Teman Kecil Aku Rindu….


Sahabat Sejatiku
oleh: Nudia Mafaza


Bintang-bintang mengambang dilangit biru kelam malam


Menyiratkan sebuah ketenangan malam yang menggugah jiwa


Kata demi kata menghantarkanku terlelap dalam buaian remang – remang cahaya lilin


jam dinding menunjukkan angka 9 malam,


namun entah kenapa mataku masih dapat menahan kantuk


Ku ambil pena hitamku


Dan kutulis kisahku dibuku diaryku


Semua isi hatiku kucurahkan dalam buku itu


Semuanya,tentang aku


Tentang dia


Dan tentang cinta


Buku diary adalah sahabat setiaku


sahabat dikala aku kesepian


Tempat untuk mencurahkan isi hatiku


Teman untuk berbagi kisah


Hanya kau sahabatku


Sahabat sejatiku


Tempat Aku Berteduh


Sahabat bagaikan tempat Aku berteduh

Bila diriku terkena air mata dalam kesedihan

Di sanalah diriku dapat berbagi dalam hidup ku

Yang tidak pernah Aku dapatkan di tempat lain

Hanya sahabat lah yang mampu mengerti dan memahami

Apa yang sedang Aku alami saat ini.


Waktu Yang Akan Menjawab
Karya: Alya Altra


Masih ingat kah saat kita bersama dahulu

Mengikat tali persahabatan dengan begitu erat

Yang mungkin tidak seorang pun dapat melepasnya

Untuk memisahkan kita semua


Namun detik demi detik kian berlalu

Semua telah hilang di telan zaman

Bagaikan dedaunan yang terurai tanah

Yang tak bisa kembali seperti semula


Saat hati ini teringat pada kalian

Saat itu pula air mata ini keluar menetes

Saat mata ini melihat semua kenangan

Saat itu pula Aku ingin bersama kalian


Apakah kita masih mampu bersama?

Bercanda dan tertawa seperti dahulu lagi

Namun, apakah itu hanya sebatas angin yang kian berlalu

Hanya waktu yang bisa menjawab itu semua


Aku dan Kamu, Kawan
Karya: Febi


Kawan,

Tahukah kamu berapa lama masa yang kita lewati?

Aku tak ingin tau

Karena kamu selamanya bagiku


Bersamamu,

Tangisku kan terurai menjadi tawa

Dukaku kan terpecah menjadi bahagia

Dan air mata yang terlanjur jatuh

Tak akan berubah menjadi nestapa


Denganmu, kepenetanku tergilas sima


Terkadang di satu waktu

Prasangka pernah menjauhkanmu dariku

Tapi sungguh kawan

Amarah tak akan bisa bertahan lama di kalbuku

Aku sadari, Aku teringat jauh ke dalam hatimu


Ingatlah kawan

Kita pernah duduk bersama

Melukis langit dengan impian

Tentang Aku, kamu dan kehidupan


Bintang Untuk Sahabat
Karya: Siti Halimah


Malam nan suci dan sepi

Menarikku untuk keluar rumah

Aku pandangi langit malam

Ternyata bertaburan Bintang yang tak terhitung jumlahnya


Andaikan Aku seorang bidadari

Akan Aku bawa diriku dan sahabatku untuk menari di atas sana


Kuraih sebuah Bintang terindah

Dan kupersembahkan untuk sahabatku yang selalu menemaniku


Menangislah Sobat
Karya: Maulida


Tak bisa ungkap dengan kata apapun

Ini memang sangat membosankan

Ini begitu melelahkan

Bahkan, ini sangat menjengkelkan

Tubuh seakan beku dalam bongkahan es

Membeku tidak tahu kapan akan mencair


Ya.. Itu benar sobat

Itu semua seperti sorot lampu panggung tanpa penonton

Menerangi tubuh di dalam kegelapan

Terdiam bisu tanpa senyum dan air mata

Ini sangat menyedihkan

Namun, ingatlah sobat

Kau tidak sendiri

Kau tidak berdiri sendiri di kegelapan itu


Teteskanlah air matamu jika hatimu merasa terisak

Berteriaklah sepuasmu jika hatimu memanas

Karena itu lebih baik ku lihat

Dari pada kau terdiam kaku di bawah sorto lampu itu

Bagai seorang tokoh tanpa dialog


Sahabat Terbaiku


Sahabat,

Di saat kita menikmati kebersamaan

Banyak hal yang terlewatkan begitu saja

Keceriaan, canda dan tawa semuanya mengalir begitu saja

Waktu yang tersisa seolah tak mampu menampungnya

Dan waktu yang sangatlah singkat

Membuat ku teringat kepada mu, Sahabat.


Semua kenangan-kenangan itu tak terasa

Pergi meninggalkan segala kegembiraan

Serta canda dan tawa mu satu persatu hilang sekejap mata

Ada seribu senyum saat terlintas memori yang dulu kala


Sahabat,

Semua yang telah kita jalani hari demi hari

Waktu demi waktu telah kita lalui semuanya


Banyak hal yang pernah terjadi

Karena itulah jalan hidup yang kita miliki

Kadang benci, kesal, dan kecewa serta rasa senang dan sayang

Sungguh luar biasa, apa yang telah kita lalui bersama.


Ya Allah,

Jagalah dan lindungilah

Sahabat-sahabat ku

Karena merek adalah sahabat terbaikku selamanya


Tentang Ego
Karya: Uswatun Hasanah


Selalu ada waktu untuk kita

Selalu ada cara untuk kita

Selalu ada harapan untuk kita


Namun,

Adakah waktu untuk teman kita?

Adakah cara agar bisa kembali bersama mereka?

Adakah keinginan kita sejalan dengan pemikiran mereka?


Pasti ada segala saat kita bersama

Pasti ada cerita di dalam canda tawa

Pasti ada sejarah dalam suka dan duka


Tak perlu mengabaikan yang ada di hadapan kita

Tak usah meremehkan yang tak kita punya

Tak perlu iri tentang yang mereka raih


Kita hanya perlu mencipta hal berbeda dari mereka

Kita hanya perlu mengubah dunia dengan persahabatan kita

Untukmu aku ada dan selalu di sini

Meski waktu tak lagi bersama dan memihak kita

Meski cerita telah berbeda arah dan tujuan

Tapi kita tetap satu selamanya

Karena kita sahabat selamanya


Demikianlah kumpulan puisi untuk sahabat, untuk sahabat sejati, semoga bermanfaat bagi pembaca


Loading...
Bagaimana reaksi anda ?
NAN %
NAN %
NAN %
NAN %
NAN %
Artikel Terkait