follow kami di :
Minggu , 24 Jun 2018

Feminisme, Feminis, Feminin, Femininitas

atme
Jumat , 09 Mar 2018
Berbagai gerakan Feminisme menguak dan berjuang untuk menuntut hak-hak perempuan dalam masyarakat patriaki. Gerakan ini perlu dikenali kembali agar tak lagi salah persepsi.

Hingga detik ini perempuan masih saja berjuang untuk berdiri sejajar dengan laki-laki. Hal ini memunculkan berbagai pergerakan feminisme dengan berbagai aliran di seluruh dunia. Yang juga berjuang untuk menyuarakan aspirasi perempuan ke dunia publik.

Pemahaman dari pergerakan ini kerap menjadi simpan siur, dan menjadi abstrak. Maggie Humm telah menyusunnya di dalam Ensiklopedia Feminisme, dan dijelaskan sebagai berikut :


1.    Feminisme (Feminism)

Definisi ini menggabungkan doktrin persamaan hak bagi perempuan (Gerakan terorganisir untuk mencapai hak asasi perempuan) dan sebuag ideology transformasi sosial yang bertujuan untuk menciptakan dunia bagi perempuan melampaui persamaan sosial yang sederhana. Gerda Lerner (1978) menyatakan bahwa feminism harus membedakan antara hak perempuan dan emansipasi perempuan.

Secara umum, feminisme adalah ideology pembebasan perempuan karena yang melekat dalam semua pendekatannya adalah keyakinan bahwa perempuan mengalami ketidakadilan karena jenis kelaminnya. Dibawah oayung lebar berbagai feminisme menawarkan berbagai analisis mengenai penyebab, pelaku, dari penindasan perempuan.

 

2.    Feminis (Feminist)

Sebagaimana feminism, tidak akan dan boleh ada suatu definisi tunggal mengenai feminis karena feminis mempunyai berbagai afinitas yang beragam-mengenai pilihan seksual, kelas, dan ras. Pendeknya seorang feminis adalah seorang perempuan yang mengenali dirinya sendiri, dan dikenali oleh orang lain, sebagai seorang feminis. Bahwa kesadaran tergantung pada seorang perempuan yang telah mengalami penyadaran; pengetahuan mengenai penindasan perempuan, dan pengakuan mengenai perbedaan dan komunitas perempuan.

Beberapa feminis mendukung definisi yang berorientasi ke depan seperti, bahwa seorang feminis harus mempunyai konsep transformasi sosial. Feminis lainnya mendukung suatu definisi yang mengakui validitas pengalaman kontemporer perempuan. “saya sendiri belum pernah bisa menemukan secara tepat apa feminism itu. Saya hanya tahu bahwa orang memanggilku seorang feminis ketika aku mengekspresikan sentiment yang membedakanku dari keset atau dari seornag pelacur”, West (1882:219). Namun, semua feminis sama-sama mempunyai komintmen untuk, dan menikmati perspektif yang berpusat pada perempuan.

 

3.    Feminin (Feminine)

Teoretisi perancis menyatakan bahwa istilah feminine adalah kategori arbiter yang diberikan oleh patriarkhi terhadap penampilan atau perilaku perempuan. Oleh karenanya, banyak tulisan feminis fi Perancis, didesikan untuk menghapuskan kesatuan feminine dengan menfokuskan pada proses representasi fiksi daripada penciptaan  karakter individual.

4.    Femininitas (Femininity)

Istilah yang mendeskripsikan konstuksi ‘keperempuanan’ oleh masyarakat dan mempunyai konotasi daya Tarik seksual bagi laki-laki.

Para feminis menaruh perhatian terhadap definisi kultural femininitas di media yang mempresentasikan penstereotipan peran berdasarkan jenis kelamin. Asumsinya disini bahwa penampilan menciptakan identitas, merupakan target awal dari penulis feminis. Phyllis Chisles setuju bahwa ‘femininitas’ adalah efek dari stereotip peran jenis kelamin dan dalam Women and Madness (1972) membuktikan bahwa upaya-upaya perempuan untuk mencapainya merupakan resep untuk mendapatkan kegagalan, menjadi korban, dan penderitaan mental.

 


Dalam Ensiklopedia Feminisme, Maggie Humm (2002) nampaknya pengertian feminisme, feminis, feminin, dan femininitas masih memiliki arti yang bercabang. Bebrapa ahli memiliki pendapatkan masing-masing untuk menemukan arti dan makna dari feminism, feminis, feminin, dan femininitas itu sendiri. Secara garis besar keseluruhannya dihubungkan oleh tali pergerakan para perempuan untuk mendapatkan eksistensinya di dalam dunia patriaki.

 

 

 

Referensi :

Humm, Maggie.Ensiklopedia Feminisme.2002.Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.

Loading...
Bagaimana reaksi anda ?
NAN %
NAN %
NAN %
NAN %
NAN %
Artikel Terkait