follow kami di :
Rabu , 21 Agus 2019

Siapa Pesaing Utama Alibaba? Ada Yang Tau?

MDef
Senin , 13 Mei 2019
Siapa Pesaing Utama Alibaba? Ada Yang Tau?

Kejora – Masih dengan artikel saya tentunya, Alibaba Group kalian tahu? Ya, ia adalah perusahaan e-commerce Cina milik Jack Ma yang didirikan pada tahun 1999 yang lalu. Operasi utamanya didasarkan pada model e-commerce berbasis layanan di mana perusahaan ini menyediakan platform online yang dapat digunakan oleh orang lain untuk membeli dan menjual barang, seperti eBay. Kalau di Indonesia sendiri contohnya bukalapak, tokopedia, shopee, dan masih banyak yang lainnya. Bisnis utama yang dijalankan oleh Alibaba tentunya mencakup banyak platform seperti e-niaga , bisnis ke bisnis antar perusahaan online dan masih banyak lagi.

Bagaimana perusahaan alibaba bisa menghasilkan uang, bahkan dinyatakan perusahaan terkaya di Cina? Pastinya pendapatan utama yang dihasilkan oleh alibaba kebanyakan dari komisi penjualan, layanan jasa, biaya iklan dan biaya berbasis layanan lainnya, termasuk yang dari platform pembayaran Online-nya. Alibaba melaporkan, pendapatan yang dia hasilkan selama satu terakhir bisa mencapai $39,9 atau jika dirupiahkan setara dengan Rp. 558459,23 yang berakhir pada Maret 2018 lalu. Tak hanya itu saja, perusahaan domestik milik e-niaga ternyata ikut untuk menyumbang 75,7% dari pendapatan miliknya, sementara operasi e-niaga internasional menyumbang hanya 8,4%. Sisanya 15,9% dihasilkan oleh bisnis cloud computing, media digital, dan operasi lainnya.

Lalu, apakah perusahaan ecommerce alibaba memang benar – benar memiliki pesaing? Untuk itu, mari kita baca penjelasan di bawah ini. Berikut pesaing utama Alibaba Group.

JD.COM

Ya, didirikan pada tahun 2004 tepatnya 15 tahun yang lalu, JD.com dinyatakan adalah pesaing utama Alibaba, di antara perusahaan e-commerce untuk negara Cina. JD.com sendiri merupakan situs ecommerce yang menjual barang – barang berbentuk eceran yang diambil  secara langsung di Amazon.com, lalu di jual kembali oleh para sellernya. Berbeda dengan layanan e-commerce Alibaba, gudang JD.com, memasarkan dan mengirimkan barang langsung ke konsumen Cina melalui jaringan pengiriman nasionalnya, yang mencakup komponen pengiriman jarak jauh ke seluruh negara. Menurut hasil laporan keuangan JD.com, ia memiliki pendapatan bersih sebesar $51 miliar pada tahun 2017 lalu, terutama dari operasi domestik itu sendiri.

Meskipun Alibaba dan JD.com didirikan pada model bisnis yang sangat berbeda, tentunya mereka sendiri adalah pesaing yang sengit di antara pasar ecommerce Cina, yang berani untuk mengambil  risiko demi meningkat pembeli online tanpa harus menjatuhkan perusahaan lain.  JD.com telah mengembangkan reputasinya untuk produk asli dan pengiriman cepat yang andal. Disisi lain, alibaba sendiri masih berjuang untuk melawan asosiasi barang palsu di antara seller mereka, inilah perbedaannya. Kedua perusahaan ini terus berjuang untuk menjadi gerai e-commerce terdepan untuk merek internasional. Indonesia kapan ya sob?


Amazon.com & Ebay.com


Alibaba memang memiliki ambisi besar secara global, operasi internasionalnya tetap merupakan bagian yang relatif kecil dari 8,4% pendapatan. Sebagian besar pendapatan ini dihasilkan dari bisnis grosir antara pemasok di Cina dan pelanggan bisnis internasional. Ketika Alibaba berani untuk melanjutkan upayanya demi menghubungkan pembeli dan penjual di seluruh dunia, persaingannya dengan perusahaan raksasa e-commerce seperti Amazon.com dan eBay akan terus memanas di Amerika Utara, Eropa dan bahkan di negara lainnya. Jadi tidak hanya JD.com saja yang saat ini menjadi pesaing utama alibab, tentunya juga Amazon, dan Ebay masih harus dikejar oleh perusahaan Alibaba itu sendiri.

Nah sobat kejora semua, itulah ketiga perusahaan yang saat ini menjadi pesaing utama Alibaba Group. Bagaimana dengan negara kita sendiri? Oke, mungkin hanya sekian yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan sampai ketemu lagi di artikel yang akan datang.  

Loading...
Bagaimana reaksi anda ?
NAN %
NAN %
NAN %
NAN %
NAN %
Artikel Terkait