follow kami di :
Selasa , 16 Okt 2018

3 Fungi Utama Strategi Big Data Bagi Layanan Startup Berbasis Transportasi Grab

admin
Kamis , 16 Nov 2017
Big Data merupakan segala himpunan data dalam jumlah besar. Grab Menyebut Big data dengan istilah "Demand Data". Berikut ini fungsi utama strategi big data bagi Grab.

Kemajuan Internet of Thinks ( IoT ) di indonesia berkembang  sangat pesat. Berawal dari munculnya sebuah aplikasi startup bernama Gojek yang menghebohkan masyarakat indonesia dengan kemudahan dalam pelayanan dan fitur yang sangat banyak dan memudahkan penggunanya. Dari situlah aplikasi startup kompetitor dari negara lain pun ikut bersaing seperti Grab, dan Uber.

Gojek sendiri berhasil berkuasa di di negeri sendiri karena promosi dan fitur yang terus update, di urutan kedua ditempati Grab dan di tempat ketiga Uber. Namun, Khusus untuk Grab wilayah operasi hampir ada di seluruh negara asia tenggara sedangkan gojek hanya di indonesia saja. Dengan jangkauan yang luas itu grab menjadi perusahaan penyedia layanan ride-sharing terbesar di Asia Tenggara dan sudah ada lebih dari 63 juta perangkat yang memakai Grab sampai saat ini.

Tidak hanya itu Grab juga melayani ribuan booking perdetik. Dengan banyaknya jumlah rekam jejak data booking otomatis daya tampung untuk database juga sangat besar. Dari banyak kapasitas puluhan terabytes (TB) data dan log yang tersimpan itulah akhirnya Grab menggunakan Strategi Big Data.

Big Data merupakan segala himpunan data dalam jumlah besar. Grab Menyebut Big data dengan istilah "Demand Data".  Berikut ini fungsi utama strategi big data bagi Grab.

Big data merupakan kecerdasan buatan yang bisa mengolah data pengguna dan penumpang dalam jumlah besar dan bisa menghasilkan layanan yang lebih baik. Big data juga menjaga privasi dan kerahasiaan data pengguna dan penumpang. Dengan kecerdasan yang dibuat khusus untuk data-data yang besar sangat sulit untuk ditembus celahnya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dengan itu Pelayanan Grab lebih optimal dan lebih cepat.

Relevansi merupakan salah satu yang dihasilkan dari Kecerdasan buatan Big Data. Dengan Relevansi dari data yang diolah adalah mengoptimalkan kecepatan pemesanan. Dengan itu Penumpang sangat cepat mendapat driver. Hal ini yang menjadi pembeda antara ojek online dan konvesional. Di ojek konvesional driver cuma berkumpul di satu spot dan menunggu orang/penumpang disekitar yang membutuhkan jasa tumpangan.

Rush Hour merupakan istilah menggambarkan jam-jam sibuk. Dengan Big Data, pengolahan data juga dapat mengatur alur pemesanan pada jam rush hour di wilayah tertentu. Keren bukan?

Berikut ini Manfaat dari Rush Hour :

  • Hasil data yang diolah dari Big Data akan mengoptimalkan proses pemesanan penumpang dan pengambilan pemesanan oleh driver. Dari data itu bisa digunakan untuk mengetahui area mana yang penuh dengan pesanan. Dari area itu lah grab memberikan bonus atau promo kepada penumpang dan driver di area tersebut.
  • Tidak hanya itu saja, data yang diolah itu juga bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan estimasi waktu kedatangan (ETA) serta durasi perjalanan sehingga penumpang bisa memprediksi estimasi waktu perjalanan.
  • Keselamatan driver dan penumpang merupakan salah satu fungsi dari pengolahan big data. Dengan menghadirkan fitur di mana untuk mendeteksi posisi dan kecepatan driver jika melampau batas atau tidak, Kalau melanggar otomatis driver akan mendapatkan notifikasi melalui smartphone yang dimiliki.

Dari semua hasil pengolahan data yang disebutkan, Grab berinvestasi lebih banyak pada pemanfaatan big data. Grab mendaparkan kucuran dana segar dari Softbank dengan nilai US$ 750 juta atau setara dengan Rp 9,8 triliun.

Grab terus merekrut bibit-bibit data scientistandal yang akan ditempatkan pada pusat riset dan pengembangannya di beberapa negara, seperti Singapura, Beijing, Seattle, Ho Chi Minh City, Jakarta, dan Bengaluru.

Loading...
Bagaimana reaksi anda ?
NAN %
NAN %
NAN %
NAN %
NAN %
Artikel Terkait